Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2014

     Setiap orang haruslah taat terhadap hukum yang berlaku dalam daerah tempat tinggalnya, begitu juga aturan dan tata tertib sekolah. Berhubung saya masih pelajar dan diberi tugas untuk membuat esay itu lumayan gampang-gampang susah, makadari itu mengingat sebagai sesama pelajaran yang membutuhkan saya mau menshare lagi tugas saya. Cobalah utnuk tidak menjiplak 100% yang sudah ada, tapi pahami dan rangkai kata-kata sendiri, itu untuk pembelajaran kalian sendiri. Insyaallah bermanfaat~

No.
Pengertian Hukum dari Berbagai Segi
Penjelasan
a.
Hukum sebagai gejala social
Hukum terikat berlakunya di masyarakat, berhubungan san saling pengaruh mempengaruhi dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan lain.
Dari kelahiran sampai kematiannya, manusia hidup bersama orang lain di dalam masyarakat. Masing-masing anggota masyarakat itu memiliki  kepentingan yang didasarkan pada kebutuhan dan status sosialnya. Sebagai gejala sosial, hukum berfungsi memberikan jaminan bagi individu bahwa kepentingannya diperhatikan oleh setiap orang lain. Misalnya, pada pasal-pasal 1474 dan 1513 KUH-Perdata. Ketentuan pertama memberi jaminan bagi pembeli bahwa barang yang dibeli harus diserahkan kepadanya. Sosial dan hukum adalah sesuatu yang tidak dapat terpisahkan, karena hukum berkembang seiring berkembangnya pergaulan atau gejala sosial.

b.
Hukum sebagai segi kebudayaan

Sebagai gejala sosial, hukum menjadi aspek dari kebudayaan, seperti halnya agama, kesusilaan, adat-istiadat dan kebiasaan yang masing-masing menjadi anasir-anasir kebudayaan kita. Sebagai anasir kebudayaan maka hukum juga memperlihatkan sifat dan corak kebudayaan yang bersangkutan.
c.
Hukum sebagai kaidah (norma)

Sebagai kaidah (norma), hukum adalah himpunan petunjuk hidup berupa perintah dan larangan yang mengatur peraturan ketertiban dalam masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat tersebut, dan jika melanggarnya dapat menimbulkan tindakan, berupa sanksi dari pemerintah
Pada makna ini aturan-aturan kepala adat atau tetua kampung yang harus mereka patuhi bisa dianggap sebagai hukum, meskipun tidak dalam bentuk tertulis, namun selama ia diikuti dan dipatuhi dan apabila yang mencoba melanggarnya akan mendapat sanksi, maka kebiasaan masyarakat ini pun dianggap sebagai hukum.












Kepatuhan Terhadap Hukum Akan Menjamin Ketertiban Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Budaya hukum sangat erat hubungannya dengan kesadaran hukum dan diwujudkan dalam bentuk perilaku sebagai cermin kepatuhan hukum di dalam masyarakat. Di dalam budaya hukum itu dapat dilihat suatu tradisi perilaku masyarakat kesehariannya yang sejalan dan mencerminkan kehendak undang-undang atau rambu-rambu hukum yang telah ditetapkan berlaku bagi semua subyek hukum dalam hidup berbangsa dan bernegara. Di dalam budaya hukum dan pemerintahan masyarakat dapat pula dilihat apakah masyarakat kita dalam kesadaran hukumnya sungguh-sungguh telah menjunjung tinggi nilai hukum dan pemerintah  sebagai suatu aturan main dalam hidup bersama dan sebagai dasar dalam menyelesaikan setiap masalah yang timbul dari resiko hidup bersama atau tidak. 
Dalam kesehariannya, masyarakat memiliki kepentingan yang didasarkan pada kebutuhan dan status sosialnya dan tidak ingin kepentingan itu diganggu oleh orang-orang yang berkepentingan, dimana dalam hal ini memerlukan suatu aturan yang dapat mewujudkan ketertiban dengan baik dan memelihara tata tertib dalam masyarakat sehingga kepentingan tiap masyarakat dapat terjaga, maka dari itu dibuatlah hukum.
Dalam kenyataannya, hukum itu menyangkut berbagai segi kehidupan karena dimanapun dan saat kapanpun hukum pasti ada supaya kehidupan dimana masyarakat berada dapat terjaga dengan aman dan damai. Hukum dapat dikatakan sebagai gejala social, karena hukum terikat berlakunya di masyarakat, berhubungan dan saling pengaruh mempengaruhi dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan lain. Dari kelahiran sampai kematiannya, manusia hidup bersama orang lain di dalam masyarakat, dimana masing-masing masyarakat itu memiliki kepentingannya sendiri.  Sebagai gejala sosial, hukum berfungsi memberikan jaminan bagi individu bahwa kepentingannya diperhatikan oleh setiap orang lain. Misalnya, pada pasal-pasal 1474 dan 1513 KUH-Perdata. Ketentuan pertama memberi jaminan bagi pembeli bahwa barang yang dibeli harus diserahkan kepadanya. Hukum berkembang seiring berkembangnya pergaulan atau gejala social, karena itu hukum dan social tidak dapat terpisahkan.
Tak hanya itu, dalam segi kebudayaan hukum –hukum seperti  adat, norma, kesusilaan, agama, dan kebiasaan mengambil andil dalam membentuk kebudayaan masyarakat dalam suatu Negara atau daerah itu sendiri. Hukum juga memperlihatkan sifat dan corak kebudayaan yang bersangkutan. 
Sebagai kaidah atau norma, hukum dapat dikatakan sebagai himpunan petunjuk hidup berupa perintah dan larangan yang mengatur peraturan ketertiban dalam masyarakat dimana setiap anggota masyarakat wajib mematuhinya tak terkecuali pejabat atau aparatur hukum, dan jika melanggarnya dapat menimbulkan tindakan berupa sanksi dari pemerintah. Pada makna ini aturan-aturan kepala adat atau tetua kampung yang harus mereka patuhi bisa dianggap sebagai hukum, meskipun tidak dalam bentuk tertulis, namun selama ia diikuti dan dipatuhi dan apabila yang mencoba melanggarnya akan mendapat sanksi, maka kebiasaan masyarakat ini pun dianggap sebagai hukum.
Walau dari berbagai segi, hukum tetaplah hukum yang mengatur untuk memberikan rasa aman dimanapun itu berada. Dengan adanya hukum berbagai masalah hidup dapat teratasi. Misalnya saja masalah lalu lintas, diperlukan rambu-rambu yang dapat mengatur supaya ketertiban terjadi dan pengguna jalan dapat merasa dalam perjalanannya. Bayangkan saja jika tidak ada rambu-rambu lalu lintas di jalan, mungkin kemacetan dapat terjadi lebih lama dengan intensitas pengguna jalan yang semakin banyak. Tak hanya itu, tanpa adanya tata tertib yang mengharuskan seorang pengguna jalan memakai peralatan kendaraan yang lengkap dapat terjadi kecelakaan dimana-mana. Pastilah semua itu tidak dinginkan oleh masyarakat. Maka dari itu, sangatlah harus untuk tiap anggota masyarakat mematuhi semua hukum yang ada dimanapun dan saat kapanpun ia berada, ini dimaksudkan agar terjadi ketertiban dlam kehidupan bermasyarakat.  
Namun, dalam praktiknya tak sedikit anggota masyarakat yang tak sejalan dan tidak mencerminkan kehendak hukum yang telah ditetapkan. Banyak dari mereka yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini, dengan seenaknya berbuat melanggar demi kepentingan masing-masing individu tersebut, mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan dapat membuat diri mereka sendiri atau dapat melibatkan masyarakat lain dalam praktiknya, sehingga membuat keadaan menjadi resah dan tidak tertib. Agar kaidah hukum dapat diterapkan secara efektif maka harus dilengkapi dengan unsur pemaksaan (memaksa), disamping bersifat mengatur hukum juga bersifat memaksa. Dengan sifat memaksa itulah, hukum dapat memaksa satiap orang untuk mentaatinya sehingga ketertiban dan keamanan dalam masyarakat dapat terpelihara. Hal ini sesuai dengan pengertian sumber hukum yang merupakan segala apa yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa, yakni aturan-aturan yang apabila dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. Ambil saja contoh kasus aksi pemotor di Jalan Sudirman yang nekat menerobos trotoar. Pada saat terjadinya, hujan deras membuat lalu lintas di Jalan Sudirman macet parah. Untuk menghindarinya, para pengendara motor memilih menerobos trotoar yang seharusnya fasilitas untuk pejalan kaki. Bayangkan saja fungsi trotoar kini menjadi jalan bagi pengguna motor, betapa belum sadarnya masyarakat akan pentingnya tata tertib. Aksi pengendara motor tak tertib ini jelas sekali membuat pejalan kaki terganggu, mereka yang seharusnya menjadi penguasa trotoar ini harus minggir kara para pemotor itu melaju kencang di atas trotoar. Tak hanya terganggu, dapat juga terjadi kecelakaan antara pejalan kaki dengan pengendara motor bila tidak hati-hati. Dengan demikian supaya pelanggaran-pelanggaran hukum tersebut tidak terjadi lagi dan agar kehidupan bermasyarakat dan bernegara menjadi tenteram, nyaman, dan aman, masing-masing anggota masyarakat harus tunduk dan patuh dalam menaati hukum dan bersikap positif terhadap hukum. Diperlukan kesadaran hukum yang besar untuk mematuhinya.
Pada kenyataannya, sulit untuk membangun budaya hukum di negeri ini, hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya kesadaran hukum masyarakat saja tidak cukup membangun budaya hukum dinegeri ini, karena kesadaran hukum masyarakat masih bersifat abstrak, belum merupakan bentuk perilaku yang nyata. Kita perlu mentradisikan budaya hukum di negeri ini, karena tanpa pertahanan budaya hukum mustahil dapat ditegakkan hukum yang berkeadilan. Oleh karenanya sekalipun masyarakat sadar terhadap hukum yang berlaku di negaranya, belum tentu masyarakat tersebut patuh pada hukum tersebut. Kepatuhan terhadap hukum adalah merupakan hal yang substansial dalam membangun budaya hukum di negeri ini, dan apakah sebenarnya kepatuhan hukum itu? Kepatuhan hukum masyarakat pada hakikatnya adalah kesadaran dan kesetiaan masyarakat terhadap hukum yang berlaku sebagai aturan main sebagai konsekuensi hidup bersama yang diwujudkan dalam bentuk perilaku yang dalam kenyataannya patuh terhadap nilai-nilai hukum itu sendiri yang dapat dilihat dan dirasakan oleh sesame anggota masyarakat.
Jika di dalam masyarakat banyak kita dapatkan tidak patuh pada hukum, hal ini dikarenakan setiap individu dihadapkan pada dua tuntutan kesetiaan yang saling bertentangan. Misalnya saja masyarakat tersebut dihadapkan pada pilihan setia terhadap hukum atau setia terhadap kepentingan pribadinya, apalagi masyarakat sekarang ini menjadi lebih berani tidak patuh pada hukum demi kepentingan pribadi karena hukum dalam penegakannya mereka nilai tidak mempunyai kewibawaan lagi, dimana penegak hukum karena kepentingan pribadinya pula tidak lagi menjadi penegak hukum yang baik, penegakan hukum dirasakan diskriminatif. Sehingga dalam hal ini, kesetiaan terhadap kepentingan pribadi menjadi pangkal tolak mengapa manusia atau masyarakat kita tidak patuh pada hukum.
Misalnya saja kasus nenek berumur 55 tahun yang dibawa ke pengadilan hanya karena mengambil tiga buah kakao. Dalam sidangnya, sang nenek yang bernama Minah berkata bahwa ia mengambil kakao tersebut untuk ditanam kembali bijinya untuk menambah jumlah tanaman mkakao yang ada di kebunnya. Sang nenek pun mengaku bahwa ia mengambil tiga kakao itu dan meminta maaf kepada petugas yang memergokinya sambil memeberikan buah kakao tersebut. Namun hukum memang tidak adil, sang nenek tetap di bawa ke pengadilan dan divonis hukuman pidana 1 bulan 15 hari. Memang yang namanya pencurian tetap suatu kesalahan seberapapun besar kecilnya bila dipandang perlu ditindak lanjuti silahkan saja. Hanya saja yang jadi tak berimbang di sini adalah, seorang nenek-nenek yang hanya mencuri 3 biji kakao harus berhadapan dengan meja hijau tanpa di dampingi pengacara karena tidak adanya kemampuan finansial untuk membayar jasa pengacara. Sementara koruptor yang mengambil uang rakyat  bermilyar milyar bahkan trilyunan bebas berkeliaran tanpa penyelesaian yang jelas. Mafia-mafia peradilan, makelar-makelar kasus bisa bebas berkeliaran dan hidup bermewah-mewah. Memang benar bahwa semua itu sebagai proses peringatan supaya tidaklah menjadi contoh bagi yang lain dalam tindak pencurian. Tapi, apakah proses peradilan yang seadil-adilnya bagi koruptor dan para mafia peradilan tidak bisa ditegakkan seperti petugas hukum menindak tegas kasus seperti Ibu Minah?
Jika hukum diberlakukan secara diskriminatif, penuh rekayasa politis, tidak dapat dipercaya lagi sebagai sarana memperjuangkan hak dan keadilan, maka jangan disalahkan jika masyarakat akan memperjuangkan haknya melalui jalur kekerasan. Dalam banyak fakta sekarang ini Indonesia telah mengalami krisis kepatuhan hukum karena hukum telah kehilangan substansi tujuannya, dan budaya prilaku masyarakat telah memandang hukum ditegakkan secara diskriminatif dan memihak kepada kepentingan tertentu bagi orang-orang berduit, dan berkuasa.
Jika faktor kesetiaan tidak dapat diandalkan lagi untuk menjadikan masyarakat patuh pada hukum, maka negara atau pemerintah mau tidak mau harus membangun dan menjadikan rasa takut masyarakat sebagai faktor yang membuat masyarakat patuh pada hukum. Wibawa hukum akan dapat dirasakan jika kita punya komitmen kuat dan konsisten menegakkan hukum tanpa diskriminatif, siapapun harus tunduk kepada hukum, penegakan hukum tidak boleh memihak kepada siapapun dan dengan alasan apapun, kecuali kepada kebenaran dan keadilan itu sendiri, pemerintah pun haruslah mematuhi nilai-nilai hukum yang ada. Dengan pemimpinnya yang taat pada hukum membuat masyarakat akan percaya pada pemerintahnya sendiri, dengan begitu masyarakat pula dapat mematuhi hukum yang ada. Disitulah letak wibawa hukum dan keadilan hukum.
Hukum dan pemerintahan yang berlaku dalam suatu Negara Indonesia hendaklah diterima dengan baik dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Demi terwujudnya keamanan dan kesejahteraan kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa memperselisihkan, tanpa membeakan antara hak, kewajiban, agama, suku, bangsa. Dalam hal ini, kerukunan adalah modal utama dalam kelangsungan pembangunan Negara dan bangsa, Pembangunan tidak dapat berjalan sempurna apabila tiap individu tidak mempunyai sikap saling menghargai di antara sesama. Maka dari itu, adanya saling pengertian, hormat menghormati dalam setiap melaksanakan hukum akan mewujudkan kerukunan dan ketertiban dalam kehidupan bermasayarakat.


Kamis, 20 Maret 2014

A.           Teks Laporan
1.      Pengertian
Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum/ melaporkan sesuatu berupa hasil observasi (pengamatan).
Teks laporan ini juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan criteria tertentu. Jenis teks ini mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita. Teks laporan menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta apa adanya tanpa ada opini/ pendapat penulis.
2.      Struktur Teks Laporan
Strukturnya terdiri dari dua bentuk, yaitu
·        Pernyataan umum atau klasifikasi (biasanya di awal paragraf)
·        Sejumlah paragraf yang terdiri dari anggota atau aspek yang dilaporkan

3.      Ciri-Ciri Teks Laporan
Ø Harus mengandung fakta
Ø Bersifat objektif
Ø Harus ditulis sempurna atau lengkap
Ø Terdapat kalimat definisi
Ø Tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan
Ø Disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis

Ciri Kebahasaan, menggunakan :
Ø Kata Benda (Nomina)  seperti hiu paus, Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih
Ø Verba dan frase verbal untuk menjelaskan ciri, misalnya makanan utamanya adalah plankton ciri ini berlaku untuk jenis paus )
Ø Verba aktif dalam menjelaskan perilaku, misalnya Ikan ini dapat hidup di dekat pantai maupun di lepas pantai.
Ø Istilah misalnya filter feeder (penyaring makanan), plankton, soliter
Ø Paragraf dengan topic sentences (kalimat utama) untuk menyusun sebuah informasi (setiap aspek yang dilaporkan diperinci dalam beberapa paragraf)

4.      Syarat Teks Laporan Hasil Observasi yang Ideal
§  Struktur teks laporan hasil observasi disajikan secara urut dimulai daripernyataan umum (klasifikasi) sampai nggota (aspek yang dilaporkan)
§  Lengkap
§  Informatif
§  Tidak berisi kesimpulan


5.      Contoh Teks Laporan
Biota Laut
Biota laut adalah seluruh makhluk hidup yang berkembang biak di laut. Biota laut yang ada di perairan Indonesia merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang sangat berlimpah. Biota laut itu di antaranya terumbu karang, ikan, dan tumbuh-tumbuhan laut yang menjadi bagian dari ekosistem laut.
          Terumbu karang di Taman Nasional Bunaken sangat banyak jenisnya. Terumbu karang ini hidup di pantai atau daerah yang terkena cahaya matahari dan hidup di perairan yang berada kurang lebih lima puluh meter di bawah permukaan laut dengan suhu tertentu, serta di air jernih yang tidak terkena polusi.
Di samping terumbu karang, Taman Laut Bunaken juga dihuni beragam jenis ikan,seperti ikan kuda gusumi, oci putih, lolosi ekor kuning, goropa. Ikan lain di laut Indonesia yang sudah dijadikan industri, antara lain ikan tuna, tongkol, tenggiri, kerapu, dan baronang.
          Di samping terumbu karang dan ikan, laut Indonesia juga memiliki tumbuhan laut. Di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, misalnya dibudidayakan rumput laut dan penanaman bakau.Tumbuhan bakau adalah tumbuhan dari marga Rhizophora. Rumput laut di sini sangat bervariasi, ada yang bulat seperti tabung, pipih dan gepeng, ada yang bulat seperti kantong, dan ada juga yang terurai seperti rambut. Semua dapat hidup karena perawatannya dipantau secara berkala untuk melihat perkembangannya.
          Ketiga biota laut tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti ikan dan rumput laut bermanfaat bagi kesehatan karena banyak mengandung gizi. Terumbu karang itu juga berguna bagi ekologi dan ekonomi. Di samping itu, biota laut Indonesia juga bermanfaat bagi perkembangan pariwisata, seperti Raja Ampat di Papua, pulau Wangi-Wangi di Sulawesi Tenggara, dan Bunaken diMenado. Keragaman biota laut ini juga bermanfaat bagi lingkungan, terutama bakau yang telah menahan abrasi dari besarnya hantaman gelombang dan ombak laut.

Pernyataan umum
Biota laut adalah seluruh makhluk hidup yang berkembang biak di laut. Biota laut yang ada di perairan Indonesia merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang sangat berlimpah. Biota laut itu di antaranya terumbu karang, ikan, dan tumbuh-tumbuhan laut yang menjadi bagian dari ekosistem laut.
Aspek yang dilaporkan
Terumbu karang di Taman Nasional Bunaken sangat banyak jenisnya. Terumbu karang ini hidup di pantai atau daerah yang terkena cahaya matahari dan hidup di perairan yang berada kurang lebih lima puluh meter di bawah permukaan laut dengan suhu tertentu, serta di air jernih yang tidak terkena polusi.
Aspek yang dilaporkan
Di samping terumbu karang, Taman Laut Bunaken juga dihuni beragam jenis ikan,seperti ikan kuda gusumi, oci putih, lolosi ekor kuning, goropa. Ikan lain di laut Indonesia yang sudah dijadikan industri, antara lain ikan tuna, tongkol, tenggiri, kerapu, dan baronang.
Aspek yang dilaporkan
Di samping terumbu karang dan ikan, laut Indonesia juga memiliki tumbuhan laut. Di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, misalnya dibudidayakan rumput laut dan penanaman bakau.Tumbuhan bakau adalah tumbuhan dari marga Rhizophora. Rumput laut di sini sangat bervariasi, ada yang bulat seperti tabung, pipih dan gepeng, ada yang bulat seperti kantong, dan ada juga yang terurai seperti rambut. Semua dapat hidup karena perawatannya dipantau secara berkala untuk melihat perkembangannya.
Aspek yang dilaporkan
Ketiga biota laut tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti ikan dan rumput laut bermanfaat bagi kesehatan karena banyak mengandung gizi. Terumbu karang itu juga berguna bagi ekologi dan ekonomi. Di samping itu, biota laut Indonesia juga bermanfaat bagi perkembangan pariwisata, seperti Raja Ampat di Papua, pulau Wangi-Wangi di Sulawesi Tenggara, dan Bunaken diMenado. Keragaman biota laut ini juga bermanfaat bagi lingkungan, terutama bakau yang telah menahan abrasi dari besarnya hantaman gelombang dan ombak laut.

Hiu Paus
Hiu Paus atau Whale shark (Rhincodon typusmerupakan ikan hiu terbesar dan ikan terbesar di dunia. Hiu ini disebut hiu paus karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dan bentuk kepalanya tumpul mirip paus. Namun ikan ini tidak dikelompokkan dalam jenis paus. 
Hiu paus memiliki mulut besar yang lebarnya bisa sampai 1,4 meter. Mulutnya berada di ujung moncongnya, bukan pada bagian bawah kepala seperti ikan hiu pada umumnya. Ia memiliki kepala, lebar datar, moncong bulat, mata kecil, 5 celah insang yang sangat besar, 2 sirip punggung, dan 2 sirip dada (di sisi-sisinya). Panjangnya bisa mencapai 14 meter dengan berat 15 ton. Ukuran rata-ratanya sekitar 7.6 m. Hiu paus memiliki 3.000 gigi yang sangat kecil tetapi jarang digunakan. Hiu paus menyaring makanan (filter feeder) menggunakan insangnya yang besar.
Hiu paus memiliki warna tubuh dengan corak khas yaitu berbintik dan bergaris kuning muda dengan pola acak pada kulitnya yang berwarna abu-abu tua. Kulitnya sangat tebal mencapai 10 cm. Ekornya memiliki sirip bagian atas jauh lebih besar daripada sirip sirip bagian bawah.
Meskipun ikan ini namanya hiu paus, namun ikan ini tidak menakutkan karena makanan utamanya adalah plankton. Ikan ini makan dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus. Disebut pula dengan nama hiu tutul merujuk pada pola warna di punggungnya yang bertotol-totol, serupa bintang di langit.
Ikan ini dapat hidup di dekat pantai maupun di lepas pantai. Namun, menghabiskan lebih banyak hidupnya di dekat permukaan air. Hal tersebut berkaitan erat dengan makanannya yaitu plankton dan biota kecil lainnya yang berada di permukaan. Hiu Paus merupakan hewan yang soliter, sehingga sangat jarang ditemukan dalam kumpulan yang besar. Hiu paus mempunyai persebaran yang luas dan hidup di perairan panas di lintang ±30-40 derajat (daerah EquatorTaman Nasional Laut Teluk Cendrawasih menjadi salah satu habitat hiu paus di dunia. Lebih 50 ekor hiu paus dapat dijumpai di lautanKwantisore.


STRUKTUR TEKS LAPORAN OBSERVASI
Pernyataan umum
Hiu Paus atau Whale shark (Rhincodon typus)merupakan ikan hiu terbesar dan ikan terbesar di dunia.
Aspek yang dilaporkan
Hiu paus memiliki mulut besar yang lebarnya bisa sampai 1,4 meter.…(paragraf 2)
Aspek yang dilaporkan
Hiu paus memiliki warna tubuh dengan corak khas yaitu berbintik dan bergaris kuning muda dengan pola acak pada kulitnya yang berwarna abu-abu tua….(paragraf 3)
Aspek yang dilaporkan
Meskipun ikan ini namanya hiu paus, namun ikan ini tidak menakutkan karena makanan utamanya adalah plankton….(paragraf 4)
Aspek yang dilaporkan
Ikan ini dapat hidup di dekat pantai maupun di lepas pantai….(paragraf 5)
A.   
        Paragraf
Paragraf adalah susunan dari beberapa kalimat yang terjalin utuh, mengandung sebuah makna, dan di dalamnya terdapat gagasan utama.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan atas :
1. Paragraf argumentasi
2. Paragraf eksposisi
3. Paragraf deskripsi
4. Paragraf persuasi
5. Paragraf naratif
1.      PARAGRAF ARGUMENTASI
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca.
Ciri-ciri Paragraf Argumentasi
1.      bersifat nonfiksi /ilmiah
2.      bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran
3.      dilengkapi bukti-bukti berupa data, tabel, gambar dll
4.      ditutup dengan kesimpulan
5.       menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian. 
6.       ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya

Dilihat dari struktur informasinya, dalam paragraf argumentasi akan ditemukan: 
a.     Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan. 
b.     Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis. 
c.       Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.
Macam-Macam Pola Pengembangan Paragraf Argumentasi

1.     POLA PENGEMBANGAN SEBAB – AKIBAT adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui lalu bergerak maju menuju pada suatu kesimpulan sebagai efek akibat. Ditandai dengan kata – kata sebab, karena, disebabkan, dikarenakan dll.
2.     POLA PENGEMBANGAN AKIBAT- SEBAB adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui. Kemudian bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi.
Contoh Paragraf Argumentasi

  1. Pola pengembangan sebab-akibat
Pencemaran lingkungan hampir terjadi di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar. Pencemaran itu, antara lain, polusi udara dari kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin banyak, pembuangan limbah industri dari pabrik-pabrik yang tidak sesuai dengan prosedur, dan ulah masyarakat sendiri yang sering membuang sampah sembarangan . Pencemaran tersebut dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Misalnya udara menjadi kotor dan tidak sehat, menyebarnya berbagai virus dan bakteri atau menjangkitnya wabah penyakit, serta bencana banjir karena saluran-saluran air tersumbat oleh sampah.
  1. Pola pengembangan akibat-sebab
a.     Jumlah anak jalanan di kota-kota besar semakin hari semakin bertambah. Mereka memenuhi jalan-jalan utama di pusat kota dengan segala tingkah dan aksinya. Berbagai macam cara mereka lakukan agar dapat bertahan hidup di jalanan, dari cara yang sopan hingga yang paling brutal. Mereka berkeliaran di jalan dan mencari kebutuhan hidup dengan cara meminta-minta. Fenomena seperti ini mulai tampak menggejala ketika krisis ekonomi melanda negara kita. Krisis yang berkepanjangan menjadi penyebab kesulitan hidup di segala sektor/bidang.

b.     Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anak anak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

Contoh kalimat pertama (1) di atas adalah pernyataan/pendapat dan kalimat kedua adalah pendukung. Di samping itu, penulis pun menjelaskan hubungan antara pernyataan/pendapat dengan fakta/ data pendukung, agar pembaca mempunyai gambaran yang jelas tentang hal yang disampaikan. Lebih-lebih bila tulisan itu disertai data empiris yang dapat dipercaya kebenarannya.
2. PARAGRAF DESKRIPSI
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua yang ditulis oleh penulis
Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi
1.       Menggambarkan /melukiskan objek tertentu (orang, tempat, keindahan alam dll)
2.       Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek
3.       Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera
Macam-Macam Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi
1.     Deskripsi objektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis
Contoh paragraf:
a.     Pantai Nusa Penida memiliki tata keindahan alam yang menarik, khususnya bagi wisatawan yang mendambakan suasana nyaman, tenang, jauh dari kebisingan kota. Pohon-pohonnya rindang. Bentangan lautnya luas. Bagi penyelam , Pantai Nusa Penida juga menawarkan keindahan ikan laut yang sedang berenang. Pemda Bali harus menata dan mengelola Pantai Nusa Penida sebagai tujuan wisata alternative
b.     Jika diumpamakan permata, pesona pantai Nusa Penida bak mutiara yang memantulkan cahaya putih kekuning-kuningan, namun jika diibaratkan gadis maka pesonanya laksana sosok perawan kencur. Kiasan tersebut sepintas memang kedengarannya seperti berlebihan, namun itulah sesungguhnya kata yang paling tepat untuk menggambarkan pesona alam Pantai Nusa penida.
c.       Dalam waktu yang tidak lama. Aku mencoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis cantik berambut panjang. Sambil melirik, kuperhatikan dia. Gadis itu berambut pirang, berkulit kuning, dan berbibir tipis
2.     Deskripsi subjektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis
Contoh paragraf:
a.     Lapisan ozon menipis. Hutan-hutan tropis mulai meranggas. Gurun makin luas. Akibatnya suhu bumi meningkat, cuaca tidak menentu, dan bencana alam makin sering datang. Kesimpulannya, bumi makin kritis. Siapa sesungguhnya yang berperan dalam menjadikan planet bumi ini menjadi demikian ? Jawabnya tentu manusia sendiri!
b.     Dia memakai rok panjang warna cokelat. Betapa sesuai benar dengan warna blus panjangnya. Rok dan blusnya seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Jalannya sungguh santun memikat hati orang yang memandang.
c.       Tidak lama. Dengan rasa penasaran, kucoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis berambut panjang menarik hatiku. Sambil melirik, kuperhatikan dia. Rambutnya pirang, rambutnya kuning indah, matanya memandang sayu, ditambah dengan bibirnya yang tipis, dia membuat jantungku berdetak hebat. Rasanya, aku mengenalnya. Tapi di mana ?
3.     Deskripsi spasial adalah paragraf yang menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda,atau tempat
Contoh paragraf:
a.     Sungai ciliwung terletak di Jakarta. Sungai ini mengalir di seluruh Jakarta. Sayangnya, Sungai Ciliwung dipenuhi tumpukan sampah. Tumpukan sampah di sungai dihinggapi lalat. Lalat-lalat itu selalu berterbangan ke perumahan warga dan membawa berbagai macam penyakit. Selain itu tumpukan sampah juga menebarkan bau yang sangat menyengat. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan
4.     Deskripsi waktu adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita tersebut
Contoh paragraph:
a.     Pukul sebelas, suatu terik di Pamulang. Matahari begitu tepat berada di atas kepalaku  memancarkan sinar dan panas menyengat kulitku yang begitu terasa gersang ketika aku sedang di luar. Rasanya berbeda sekali dengan ketika aku berada di ruangan berAC yang rasanya sejuk dan segar seperti sedang menenggak minuman yang didalamnya berisikan es. Pada waktu seperti sekarang ini, biasanya perjalanan macet karena bertepatan dengan waktunya bubar sekolah atau jam makan siang mahasiswa bahkan orang kantoran. Paling hanya terlihat beberapa ojek yang mangkal dan angkot yang ngetem (menunggu penumpang) sambil kipas-kipas kegerahan. Bukan hanya karena panas teriknya matahari tapi juga karena padatnya kendaraan yang membuat cuaca terasa gersang.

4.      PARAGRAF EKSPOSITIF
Paragraf ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang
Ciri-Ciri Paragraf Ekspositif
1.       bersifat nonfiksi/ilmiah
2.       bertujuan menjelaskan/memaparkan
3.       berdasarkan fakta
4.       tidak bermaksud mempengaruhi
5.       Dari awal sampai akhir berupa pemaparan 
6.       Pembaca memperoleh informasi sejelas-jelasnya 
7.       Penutup menegaskan kembali
8.       Bahasa bermakna denotasi/sebenarnya 

Macam-Macam Pola Pengembangan Paragraf Ekspositif

1.       Pola umum-khusus (deduksi) adalah paragraf yang dimulai dari hal –hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan kalimat –kalimat pendukung yang khusus
2.       Pola khusus-umum (induksi) adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang bersifat umum
3.       Pola perbandingan adalah paragraf yang membandingkan dengan hal yang lain, berdasarkan unsur kesamaan dan perbedaan, kerugian dengan keuntungan, kelebihan dengan kekurangan. Kata hubung (jika dibandingkan dengan, seperti halnya,demikian juga, sama dengan,selaras dengan,sesuai dengan)
4.       Pola pertentangan/kontras adalah paragraf yang mempertentangkan dengan gagasan lain. Kata hubung (biarpun, walaupun,berbeda,berbeda dengan, akan tetapi, sebaliknya, melainkan, namun, meskipun begitu)
5.       Pola analogi adalah paragraf yang menunjukkan kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan kelasnya tetapi tetap memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai ilustrasi
6.       Pola pengembangan proses adalah pola pengembangan paragraf yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan proses terjadinya sesuatu
7.       Pola pengembangan klasifikasi adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu
8.       Pola pengembangan contoh/ilustrasi adalah paragraf yang berfungsi untuk memperjelas suatu uraian, khususnya uraian yang bersifat abstrak. Kata penghubung (contohnya, umpamanya,misalnya)
9.       Pola pengembangan definisi adalah paragraf yang berupa pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca
10.  Pola sebab akibat adalah pola pengembangan dimana sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama, sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya

Ada beberapa jenis paragraf eksposisi: 
  1. Eksposisi berita, berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar.
Contoh paragraf :
1.           “Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.”

  1. Eksposisi ilustrasi, pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, seperti, bagaikan.”

Contoh paragraf :
    1. “Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan–bahan bakarnya-yakni makanan yang ditelan– menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas.”

  1. Eksposisi proses, sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.

Contoh paragraf :
    1. “Energen, nutrisi empat sehat lima sempurna dapat disajikan dengan mudah. Tuangkan energen ke dalam gelas. Tambahkan 150 ml air hangat dan aduk hingga merata. Energen hangat siap dihidangkan.”

  1. Eksposisi perbandingan, dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.

Contoh paragraf :
    1. “Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya. Yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki. Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.”

    1. Lagu-lagu tersebut kurang memperhatikan nilai yang ingin ditanamkan paa diri anak dan lebih memperhatikan kebutuhan pasar. Jadi, temanya bersifat temporer karena mengikuti perubahan selera pasar. Unsur kesamaan yang masih ditemukan dalam kedua kelompok lagu ini ialah para pencipta lagu masih berusaha menciptakan irama yang gembira dan ritme yang sederhana, seperti dalam kehidupan anak-anak itu sendiri.

  1. Eksposisi pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.”

Contoh paragraf :
    1. “Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.”

  1. Eksposisi definisi, batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.

Contoh paragraf :
    1. “Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata-kata untuk pengertian yang lebih luas aau yang lebih sempit dari artinya yang lazim. Kata-kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan.”

    1. Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.

  1. Eksposisi analisis, proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.

Contoh paragraf :
    1. “Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. …”

  1. Eksposisi klasifikasi, membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori.

Contoh paragraf :
    1. “Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.”

    1. Pemerintah akan memberikan bantuan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan tingkat kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapatkan bantuan sekitar 10 juta.warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapatkan sekitar 30 juta . Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawalan dari pihak LSM

  1. Eksposisi laporan, sebuah teks berbentuk cerita yang menggambarkan kondisi yang ada di wilayah itu dan meneliti hingga hasilnya di laporkan seperti layaknya dalam berita dan teks media massa.

Contoh Paragraf :
    1. “Sebenarnya, bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A). Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan “Risha” alias Rumah Instan Sederhana Sehat. Modelnya hampir sama, gampang dibongkar-pasang, bahkan motonya “Pagi Pesan, Sore Huni”. Bedanya, sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung. Harga Risha sedikit lebih mahal, Rp 20 juta untuk tipe 36. akan tetapi, usianya dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang, diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. Kekuatannya terhadap gempa juga telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam.”

Contoh Paragraf Ekspositif Lainnya


  1. Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan dibalik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata. (pola pengembangan contoh)
  2. Struktur suatu karangan atau buku pada hakikatnya mirip atau sama dengan suatu pohon. Bila pohon dapat diuraikan menjadi batang, dahan, ranting, dan daun, maka karangan atau buku dapat diuraikan menjadi tubuh karangan, bab, sub – bab, dan paragraf. Tubuh karangan sebanding dengan batang, bab sebanding dengan dahan, sub-bab sebanding dengan ranting, dan paragraf sebanding dengan daun.(pola pengembangan analogi)

  1. Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.Jadi, membentuk kepribadian baik seorang anak ibarat menulisi kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat (analogi)

5.      PARAGRAF PERSUASIF
Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan dan membujuk seseorang atau pembaca agar melaksanakan /menerima keinginan penulis
Ciri-Ciri Paragraf Persuasif

1.       ada fakta/bukti untuk mempengaruhi/membujuk pembaca
2.       bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk pembaca
3.       menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca
4.        mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat. 
5.        menggunakan beberapa teknik seperti rasionalisme, identifikasi, sugesti, proyeksi dan penggantian.


Contoh Paragraf Persuasif

1.     Beras organik lebih menguntungkan daripada beras nonorganik . Mutu beras organik lebih sehat , awet, dan lebih enak. Selain itu, beras organik tidak mencemari lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia. Keuntungan yang didapat para petani beras organik juga lebih tinggi. Petani beras organik mendapatkan keuntungan 34 % dari biaya prduksi, sedangkan petani beras nonorganik hanya mendapat keuntungan 16 % dari biaya produksi. Oleh karena itu, mari kita bertani dengan cara organik agar lebih mnguntungkan dan dapat meningkatkan taraf hidup.

2.     Tidak dapat disangkal bahwa praktik berpidato menjadi semacam “obat kuat’ untuk membangun rasa percaya diri. Jika rasa percaya diri itu sudah besar, kita dapat tampil tenang tanpa digoda rasa malu, takut, dan grogi. Ketenangan inilah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan pidato. Oleh karena itu, marilah kita melaksanakn praktik berpidato agar kita segera memperoleh keterampilan atau bahkan kemahiran berpidato.

6.      PARAGRAF NARATIF
Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang menceritakan           serangkaian peristiwa yang disusun menurut urutan waktu terjadinya.

Ciri-Ciri Paragraf Naratif
1.       Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
2.       Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
3.       Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan)

Macam-Macam Pola Pengembangan Paragraf Naratif
  1. Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita kepahlawanan, sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam surat kabar)
Contoh paragraf :
a.     Hari-hariku sebagai pekerja perempuan di perusahaan industri makanan olahan sangat padat dan melelahkan. Bayangkan pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan sarapan anak-anakku. Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena anak-anakku masih kecil. Sambil aku ganti baju kerja, aku sempatkan menyuapi anakku yang paling kecil. Setelah beres urusan rumah, segera aku berlari untuk mengejar angkutan yang mengangkutku ke jalan raya yang dilalui bus
b.     Ratusan warga mengalami keracunan. Musibah itu terjadi enam jam setelah mereka menikmati hidangan dalam hajatan sunatan di rumah Slamet Riyadi (38), warga Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar 200 penduduk dari beberapa desa dibawa ke rumah sakit di puskesmas. Tak ada korban meninggal dalam musibah tersebut.
  1. Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan merasa mengalami cerita tersebut( cerpen, novel dll)
Contoh paragraf :
a.     Pernah suatu ketika aku bermimpi bertemu seorang kakek berjenggot panjang yang menyuruhku untuk pergi ke arah timur . Aku tidak mengerti apa maksudnya. Sesudah bangun , keinginan untuk memenuhi perintah si kakek itu seperti tidak terbendung. Aku harus pergi ke arah timur. Timur…timur mana ? Jakarta Timur? ……
b.     Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Ia mengayunkan pedang itu dengan cepat ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar.Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi semuanya gagal

Jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya dapat dibedakan atas :
1. Paragraf deduktif
2. Paragraf induktif
3. Paragraf campuran
1.      PARAGRAF DEDUKTIF
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan dilengkapi dengan kalimat penjelas sebagai pelengkapnya.
. Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dari pernyataan yang bersifat umum, kemudian diturunkan atau dikembangkan dengan menggunakan pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus.
Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa berupa penjelasan, rincian,contoh-contoh, atau bukti-buktinya. Karena paragraf itu dikembangkan dari pernyataan umum dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah dikatakan bahwa penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke khusus.
Ciri-Ciri Paragraf Deduktif:
Ø Paragraf ini diawali dengan pernyataan umum dan disusul dengan penjelasan umum. 
Ø Dikembangkan dengan menggunakan pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus.
Ø Penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke khusus

Contoh Paragraf Deduktif
Plastik mengepung kehidupan kita. Limbah plastik tergolong sampah yang sulit terurai secara alamiah. Kondisi ini mengundang reaksi karena rongsokan plastik merupakan krisis sampah padat. Cara mengatasinya adalah daur ulang, karena dianggap jalan yang paling aman. Masalahnya bagaimana meningkatkan teknologi daur ulang sehingga dapat dihasilkan bahan baku plastik yang kualitasnya bagus.
Bisa dilihat pada paragraf diatas bahasan utama dari paragraf tersebut adalah tentang sampah yang mengepung kehidupan kita, kemudian kalimat utama tersebut dijelaskan lagi oleh kalimat kalimat penjelas yang ada berikutnya. jadi sebenarnya inti dari paragraf tersebut merupakan masalah sampah yang merajalela. sekarang kita lanjutkan pada contoh paragraf induktif.

2.      PARAGRAF INDUKTIF
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
Ciri-Ciri Paragraf Induktif
§  Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
§  Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
§  Kesimpulan terdapat di akhir paragraph

Contoh Paragraf Induktif
1.     Dengan akal budi, kemampuan berbahasa dan kemampuan belajar yang dianugrahkan Tuhan, manusia secara potensial memiliki kemampuan bernalar dan berkreatifitas. Namun kedua kemampuan itu tidak dengan sendirinya berkembang dengan baik. Lingkungan sosial termasuk sekolah yang tidak menunjang dapat menghambat atau mematikannya. Jika hal ini terjadi, tujuan pendidikan untuk membentuk peserta didik yang mandiri tidak akan tercapai.

Berbeda dengan paragraf deduktif, pada paragraf diatas kita seperti menarik kesimpulan dari kalimat – kalimat yang ada pada awal paragraf. inilah perbedaan paling signifikan antara paragraf deduktif dan induktif, pada paragraf induktif kalimat utamanya ada pada akhir paragraf yang juga merupakan kesimpulan dari paragraf itu sendiri.

2.     Setiap hari Abo selalu pulang malam. Sekitar jam 20.00. Sangat tak masuk akal jika seorang pelajar pulang malam. Diapun tak pernah belajar. Hidupnya selalu di penuhi dengan gemerlapnya dunia. Tak ada kata susah didalam pikirannya. Maka dari itu sangart wajar sekali jika Abo tidak naik kelas.

3.      PARAGRAF CAMPURAN
Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.

Ciri-Ciri Paragraf Campuran:
Ø Kalimat topik yang ada pada akhir paragraph merupakan penegasan dari awal paragraf.
Ø Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khusus dan ditegaskan kembali pada hal yang umum (luas).

Contoh Paragraf Campuran

1.     Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.


2.     Bahasa sangat penting dalam kehidupan kita. Untuk berkomunikasi kita menggunakan bahasa. Untuk bekerja sama kita menggunakan bahasa. Untuk mewarisi dan mewariskan kebudayaan, kita memerlukan bahasa. Sekali lagi, betapa pentingnya bahasa bagi kehidupan kita.

Visitor

Know us

Blue Wings

Our Team

Sign by Danasoft - Get Your Sign

Contact us

Nama

Email *

Pesan *